Iklan Google AdSense

Aktivis Suandi Bali Puji Pelayanan SKCK di Polres Bulukumba, Transparan dan Bebas Calo

aktivis Suandi Bali, jebolan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), yang menyebut layanan di sana berjalan profesional, transparan, dan bebas dari praktik percaloan.

Aktivis Suandi Bali, jebolan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), yang menyebut layanan di sana berjalan profesional, transparan, dan bebas dari praktik percaloan. Foto (Ist)

HISTORIAL.ID – BULUKUMBA – Pelayanan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) di Polres Bulukumba menuai pujian dari masyarakat. Salah satunya datang dari aktivis Suandi Bali, jebolan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), yang menyebut layanan di sana berjalan profesional, transparan, dan bebas dari praktik percaloan.

Iklan Google AdSense

Suandi mengaku mengantarkan langsung adiknya untuk mengurus SKCK dan menyaksikan sendiri proses pelayanan di sana. Ia menampik anggapan sebagian masyarakat yang menyebut pelayanan di Polres Bulukumba masih amburadul.

“Bagi saya itu tidak benar. Saya lihat sendiri, tidak ada calo, tidak ada prioritas. Semua dilayani sesuai antrian. Ini menunjukkan bahwa Polres Bulukumba telah memberikan pelayanan yang terbaik, terutama untuk para honorer PPPK paruh waktu,” ujarnya. Dilansir media Rubrik.co.id, Jumat (12/9).

Suandi juga menyoroti pengawasan ketat yang dilakukan oleh anggota Provost dan Paminal selama proses pelayanan berlangsung.

Hal ini menurutnya menunjukkan keseriusan institusi dalam menjaga integritas pelayanan publik.

Apresiasi serupa juga datang dari Bulukumba Institute, lembaga yang fokus pada kajian sosial dan riset. Dalam pernyataannya, lembaga tersebut memuji langkah Kapolres Bulukumba dalam membenahi internal dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Wawan, perwakilan Bulukumba Institute, menyebut bahwa kehadiran Kapolres dalam forum publik seperti “Seri Dialog Bulukumba Bersuara” menjadi sinyal kuat bahwa kepolisian kini lebih terbuka terhadap kritik dan masukan.

“Kami melihat ada bukti nyata perubahan. Salah satunya adalah layanan SKCK yang kini lebih transparan dan tidak lagi menerapkan praktik titipan atau pesanan,” ujar Wawan.

Bulukumba Institute berharap agar dialog dan tatap muka antara Kapolres dan masyarakat dapat lebih rutin dilakukan. Selain memperkuat hubungan emosional antara polisi dan warga, hal ini juga dinilai penting untuk memastikan kinerja anggota di lapangan tetap terjaga dan terpantau langsung oleh pimpinan. (*)

Iklan Bersponsor Google

Leave a Reply