HISTORIAL.ID – Purbalingga, Jawa Tengah – Nama Sumanto sempat menghebohkan publik pada 2003 karena kasus kanibalisme yang menyeretnya ke penjara. Setelah menjalani hukuman lima tahun dan bebas pada 2006, kehidupan pria asal Purbalingga ini berubah drastis. Kini, di usianya yang menginjak 52 tahun, Sumanto justru dikenal sebagai kreator konten di media sosial.
Iklan Google AdSense
Melalui akun Instagram dan TikTok @sumantoofficial_, ia rutin membagikan aktivitas kesehariannya, mulai dari memberi makan ikan, membagikan pesan motivasi, hingga konten kuliner atau mukbang. Salah satu yang kerap ia tampilkan adalah kebiasaannya menikmati sate kambing, makanan favoritnya.
Pimpinan Yayasan An-Nur, dr. Mulya Sari, tempat Sumanto kini tinggal, mengungkapkan bahwa perjalanan digital ini dimulai pertengahan 2024. Saat itu Sumanto ditunjuk sebagai brand ambassador sebuah acara, lalu mendapat sambutan positif warganet. Sejak saat itu, yayasan ikut mendampingi dan membantu produksi konten.
“Kontennya sengaja dibuat ringan, kadang lucu, kadang edukatif. Tujuannya supaya publik melihat sisi lain Sumanto yang sekarang jauh lebih ceria dan ramah,” ujar Mulya Sari.

Transformasi ini menarik perhatian luas. Beberapa warganet menilai perubahan tersebut sebagai bentuk rehabilitasi sosial, bahkan ada penulis film yang menjadikan kisah hidup Sumanto sebagai bahan riset untuk naskahnya.
Meski bayang-bayang masa lalu sulit dihapus, kini Sumanto perlahan membangun citra baru sebagai sosok yang menghibur sekaligus memberi pesan positif. Seperti ungkapannya yang sempat viral ketika ditantang netizen untuk “makan koruptor”:
“Bahaya banget, tidak ada manusia yang dimakan manusia.” Sumber : Detik, Suaracom

Iklan Bersponsor Google
Leave a Reply