HISTORIAL.ID – Jakarta — Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mulai mendistribusikan perangkat digital ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia. Program ini mencakup televisi pintar, papan tulis interaktif (Interactive Flat Panel/IFP), laptop, hingga media penyimpanan berisi konten pembelajaran.
Iklan Google AdSense
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menegaskan bahwa pemerintah menargetkan distribusi 288 ribu perangkat digital ke sekolah, termasuk ke daerah pelosok, sebagai bagian dari percepatan digitalisasi pendidikan (Medcomid, 15/8/2025).
Sementara itu, Kemendikdasmen mencatat distribusi 18.000 sekolah akan mendapat smart board pada tahap awal tahun 2025 (Tirtoid, 2/5/2025).
Meski begitu, kebijakan ini menuai kritik dari sejumlah pihak. Pengamat pendidikan sekaligus CEO Jurusanku, Ina Liem, dalam unggahan video di akun TikTok pribadinya pada Jumat (22/8/2025), mempertanyakan urgensi pembagian flat panel berukuran 75 inci ke seluruh SMP negeri maupun swasta, termasuk sekolah berstandar internasional.

“Artinya kebijakan ini tidak berbasis data kebutuhan dan urgency masyarakat. Melainkan sekadar distribusi massal tanpa prioritas yang jelas,” ujarnya.
Ina juga menyinggung isu-isu pendidikan lain yang dinilai lebih mendesak untuk segera diselesaikan.
“Di tengah isu gaji guru, kondisi sekolah yang memprihatinkan, dan kebocoran anggaran pendidikan yang masif, ketimbang membereskan masalah-masalah tadi justru sibuk membagikan panel raksasa,” tuturnya.
Ia pun mempertanyakan tujuan utama kebijakan ini.
“Pertanyaannya, apakah ini prioritas yang tepat sasaran? Untuk siapa sebenarnya kebijakan ini dibuat?” imbuhnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Kemendikdasmen belum merilis keterangan resmi menanggapi kritik tersebut.

Iklan Bersponsor Google
Leave a Reply