Iklan Google AdSense

Festival Beautiful Malino 2025 Hadir Lebih Nyaman dan Efisien dengan Sistem Tiket Digital

Festival Beautiful Malino 2025 Hadir Lebih Nyaman dan Efisien dengan Sistem Tiket Digital

Festival Beautiful Malino 2025 Hadir Lebih Nyaman dan Efisien dengan Sistem Tiket Digital. Foto (Ist)

HISTORIAL.ID – Gowa – Festival tahunan Beautiful Malino 2025 siap kembali menyuguhkan pesona budaya, musik, dan keindahan alam yang memukau. Namun tahun ini, bukan hanya aspek hiburan yang jadi prioritas. Kenyamanan dan efektivitas penyelenggaraan juga menjadi sorotan utama.

Iklan Google AdSense

Dalam konferensi pers yang digelar di Baruga Karaeng Pattingalloang, Kantor Bupati Gowa, Minggu (6/7/2025), CEO Double Helix Indonesia, Ichal Tawil, mengumumkan penerapan sistem tiket digital berbasis barcode sebagai langkah modernisasi festival.

“Beautiful Malino 2025 kami desain tidak hanya memikat dari sisi artistik dan budaya, tapi juga profesional dari sisi tata kelola dan pelayanan pengunjung,” tegas Ichal.

Dengan harga tiket sebesar Rp12.500, pengunjung kini bisa membeli tiket secara online dan hanya perlu menunjukkan barcode saat tiba di lokasi.

Barcode akan dipindai sekali saja, dan tidak dapat digunakan ulang. Sistem ini diharapkan dapat mengurangi antrean dan menghindari penumpukan massa di pintu masuk.

“Kami ingin menciptakan suasana yang aman, nyaman, dan tertib sejak pengunjung menginjakkan kaki di area festival,” tambah Ichal.

Untuk mendukung sistem satu arah masuk-keluar, panitia telah menyiapkan seluruh fasilitas utama di dalam area festival, termasuk musala, toilet, serta deretan tenant UMKM yang menyajikan aneka kuliner dan produk lokal khas Gowa.

“Pengunjung tidak perlu keluar area untuk kebutuhan dasar. Semua sudah kami persiapkan agar mereka bisa menikmati festival dengan maksimal,” jelas Ichal.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Gowa, Ratnawati, menyampaikan bahwa Festival Beautiful Malino tahun ini mengusung tema “Colours of Culture”, dan akan berlangsung selama lima hari, mulai 9 hingga 13 Juli 2025, di kawasan eksotis Hutan Pinus Malino.

Festival akan dibagi menjadi tiga area tematik utama yang menampilkan ragam budaya, pertunjukan seni, serta aktivitas interaktif yang dirancang untuk mempertemukan wisatawan dengan kekayaan lokal Gowa.

“Kami ingin pengunjung tidak hanya menjadi penonton, tapi juga ikut merasakan langsung budaya lokal. Ada ruang untuk ekspresi seni, interaksi budaya, dan tentu saja keindahan alam yang menjadi ciri khas Malino,” ujar Ratnawati.

Ia menambahkan bahwa pembagian zona ini merupakan bentuk nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Gowa dalam mendorong pariwisata yang berbasis budaya, berwawasan lingkungan, dan memberdayakan masyarakat lokal.

“Beautiful Malino bukan sekadar festival hiburan, tapi bagian dari strategi jangka panjang untuk pembangunan pariwisata berkelanjutan dan ekonomi kreatif di Gowa,” ungkapnya.

“Kami harap seluruh masyarakat ikut berpartisipasi dan menjadikan festival ini sebagai ikon kebanggaan Sulawesi Selatan,” tambahnya

Dengan sentuhan teknologi, konsep tematik yang kuat, serta perhatian pada detail pelayanan, Festival Beautiful Malino 2025 berpotensi menjadi festival budaya yang tak hanya menghibur, tapi juga meninggalkan kesan mendalam dan membanggakan bagi daerah.

Iklan Bersponsor Google

Leave a Reply