Iklan Google AdSense

Gowa Siap Menggebrak di Malaysia: Batara Gowa Akan Tampil di Festival Rentak Bertandak Antar Bangsa 2025

Delegasi Batara Gowa Siap Harumkan Budaya Indonesia di Festival Internasional Melaka 2025

Delegasi Batara Gowa, Aurel Siap Harumkan Budaya Indonesia di Festival Internasional Melaka 2025. Foto (Ist)

HISTORIAL.ID – GOWA – Lembaga Seni Budaya Batara Gowa menggelar audiens resmi dengan Bupati Gowa di Baruga Tinggimae, Rumah Jabatan Bupati Gowa, sebagai langkah persiapan menuju keikutsertaan mereka dalam ajang bergengsi Festival Rentak Bertandak Antar Bangsa 2025 yang akan digelar pada 2–6 Juli mendatang di Melaka, Malaysia.

Iklan Google AdSense

Festival internasional ini diselenggarakan oleh Kementerian Pelancongan, Seni, dan Budaya Malaysia melalui Jabatan Kesenian dan Kebudayaan Negeri Melaka (JKKN) dengan dukungan dari UNESCO.

Event ini akan menjadi wadah pertemuan para seniman dan komunitas budaya dari berbagai negara, termasuk Indonesia.

Dalam Audiens tersebut, delegasi Batara Gowa, Putri Aurel Nurinda, memaparkan rencana serta kesiapan mereka dalam menampilkan ragam seni khas Gowa.

“Sebagai perwakilan resmi Indonesia, kami ingin menyampaikan laporan rencana kegiatan sekaligus memohon dukungan dan doa restu dari Ibu Bupati dan seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Gowa,” ujar Putri Aurel Nurinda yang merupakan anak kandung dari Ibu Rahmi Palanna Deng Bulan.

Delegasi Batara Gowa, Putri Aurel Nurinda. Foto (Ist)

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa audiensi ini juga menjadi momentum penting untuk memperkenalkan tim delegasi kepada pemerintah daerah serta mempresentasikan komitmen mereka dalam mempromosikan budaya Gowa di panggung internasional.

“Alhamdulillah, Ibu Bupati telah berkenan menerima kami. Dukungan beliau akan menjadi motivasi besar bagi seluruh tim untuk mengharumkan nama Gowa dan Indonesia,” ungkapnya penuh semangat.

Dalam festival yang akan berlangsung di Dataran Memorial Pengisytiharan Kemerdekaan, Bandar Hilir, Melaka, delegasi Batara Gowa akan menampilkan empat tarian tradisional unggulan, yaitu, Tari Annyombala, Tari Ma’lino, Tari Toraya Mamali, dan Tari Pajoge, yang kesemuanya mencerminkan kekayaan budaya dan nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Gowa.

Keikutsertaan ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang promosi seni budaya, tetapi juga mempererat hubungan antarbangsa dalam semangat pelestarian warisan budaya dunia.

Iklan Bersponsor Google

Leave a Reply