HISTORIAL.ID – BULUKUMBA – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Bulukumba (UM Bulukumba) mengadakan Pesantren Kilat dan Buka Puasa Bersama mahasiswa yang telah menyelesaikan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Kegiatan ini berlangsung pada Rabu, 20 Ramadhan 1446 H atau bertepatan dengan 20 Maret 2025 M di Auditorium KH. Ahmad Dahlan dengan tujuan memberikan pembekalan spiritual bagi mahasiswa setelah menjalani KKN.
Iklan Google AdSense
Dalam pesantren kilat ini, mahasiswa mendapatkan kajian keislaman dari dua pemateri, yaitu Ust. Ahmad Imran, S.Pd.I, M.Pd. dan Zulfadli Al-Alim, S.Pd., M.Pd. Sebelum berbuka puasa, kegiatan dilanjutkan dengan tausiah oleh Ust. Abd. Halim Amsur, S.Pd.I., M.Pd.
Rektor UM Bulukumba, Dr. H. Jumase Basra, M.Si., menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini. Menurutnya, pesantren kilat menjadi ajang yang sangat bermanfaat dalam membentuk karakter mahasiswa.
“Pesantren kilat ini memberikan bekal spiritual bagi mahasiswa, terutama setelah ananda menjalani KKN. Dengan adanya dua pemateri dalam pesantren kilat serta tambahan tausiah sebelum berbuka, ananda dapat lebih memahami bagaimana ilmu yang diperoleh di bangku kuliah harus selaras dengan nilai-nilai keislaman dan kehidupan sosial,” ujarnya.

Selain itu, Dr. Jumase juga mengapresiasi antusiasme mahasiswa dalam mengikuti kegiatan ini. “Saya sangat mengapresiasi semangat mahasiswa yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini. Ananda telah menunjukkan komitmen untuk terus belajar, tidak hanya dalam aspek akademik tetapi juga dalam memperdalam nilai-nilai keislaman. Kegiatan seperti ini sangat penting dalam membentuk pribadi yang berakhlak dan memiliki kepedulian sosial tinggi,” ungkapnya.
Lebih lanjut, beliau berpesan kepada mahasiswa agar tetap fokus pada tugas akhir mereka. “Ananda harus fokus dengan tugas akhir. Manfaatkan waktu sebaik mungkin agar dapat menyelesaikan studi dengan hasil yang maksimal dan membawa manfaat bagi diri sendiri, keluarga, serta masyarakat, pesannya.
Sementara itu, Dekan FKIP UM Bulukumba, Dr. Nur Ina Syam, M.Pd., juga menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, pesantren kilat menjadi bagian penting dalam membentuk karakter mahasiswa FKIP yang tidak hanya unggul secara akademik tetapi juga memiliki spiritualitas yang kuat.
“Kegiatan ini merupakan momentum yang sangat baik bagi mahasiswa untuk memperdalam nilai-nilai keislaman setelah mereka menjalani KKN. Kami berharap pesantren kilat ini dapat menjadi bekal moral dan spiritual bagi mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.
Dr. Nur Ina Syam menambahkan bahwa FKIP UM Bulukumba senantiasa berkomitmen untuk mencetak calon pendidik yang memiliki keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan akhlak. “Sebagai calon guru, mahasiswa FKIP harus mampu menjadi teladan, baik dalam aspek akademik maupun dalam perilaku sehari-hari. Semoga kegiatan ini membawa manfaat besar bagi mahasiswa,” tutupnya.
Acara ditutup dengan kebersamaan dalam buka puasa yang semakin mempererat hubungan antara mahasiswa, dosen, dan pihak kampus. Melalui kegiatan ini, FKIP UM Bulukumba berharap mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengalaman akademik dan sosial, tetapi juga semakin menguatkan nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari.

Iklan Bersponsor Google
Leave a Reply