Iklan Google AdSense

Menyelami Sosok Basarang Daeng Narang, Kakek Bupati Gowa, Husniah Talenrang

Kolase, Bupati Gowa, Husniah Talenrang bersama Kakeknya, Basarang Daeng Narang. Sang pejuang beras (logistik) kemerdekaan, pengusaha sarung sutera, pendakwah ulet dan imam mesjid 7 desa yang disegani dan dicintai masyarakat.

Kolase, Bupati Gowa, Husniah Talenrang bersama Kakeknya, Basarang Daeng Narang. Sang pejuang beras (logistik) kemerdekaan, pengusaha sarung sutera, pendakwah ulet dan imam mesjid 7 desa yang disegani dan dicintai masyarakat.

HISTORIAL.ID – GOWA – Basarang Daeng Narang dari tiga sisi. Seorang pejuang, pengusaha, juga imam desa.

Iklan Google AdSense

Ketiga sisi itu, menyatu membentuk kepribadian Daeng Narang sebagai figur yang tegas, tawadu, dan pemurah.

Tiga puluh tujuh tahun, waktunya diwakafkan untuk dakwah. Sebagai imam desa, dia keluar masuk dusun dengan berjalan kaki.

Menelusuri jalan-jalan setapak beronak demi membentuk watak.

Daeng Narang mengajak kejalan terang. Membawa warga dari kejahiliaan menuju cahaya Ilahi.

Dakwah tak cukup dilakukan dengan narasi. Tapi ditunjukkan dengan aksi. Tak cuma cuap-cuap, tapi dibarengi sikap. Tak heran, Daeng Narang dalam waktu singkat mengubah Kaluarrang.

Warga tak lagi percaya mistik. Juga tak lagi mabuk. Mereka bahkan bergabung dengan Daeng Narang, mendakwahkan kebaikan.

Pernah, Daeng Narang bertemu dengan pemuda mabuk. Langkahnya diadang dengan sebilah badik. Meski nyawa terancam, Daeng Narang tak gentar. Semangatnya dalam berdakwah makin meluap.

Kegigihan dalam berdakwah, tak lepas dari spirit saudagar dalam diri Daeng Narang. Bagaiman berdagang keliling dari Kaluarrang hingga ke Makassar, menjajakan kain tenun buatan tangan dia dan istrinya, Diara Daeng Calla. Keuletan itu terbawa dalam mendakwahkan ajaran agama ini di Kaluarrang dan sekitarnya.

Meski sebagai pebisnis, Daeng Narang tak pernah hitung-hitungan dalam memberi. Saking pemurahnya, tangan kanan memberi tangan kiri tak perlu tahu.

Rumahnya selalu dijejali orang-orang yang membutuhkan bantuan. Terutama finansial. Sifat pemurah ini menitis ke putrinya, Sitti Siada Daeng Siang, yang hingga akhir hayatnya tak pernah jeda dari memberi. Bagi keluarga itu, tangan di atas lebih baik dari pada tangan di bawah. Kedermawanan mereka terkenal hingga ke antero Gowa dan Takalar.

Karakter Daeng Narang dilengkapi dengan semangat cinta tanah air dan bangsa. Baginya, hubbul Wathan minal imaan. Cinta tanah air sebagian dari iman. Cinta tanah air dibuktikan Daeng Narang dengan ikut berjuang.

Memang bukan memanggul senjata, tapi memanggul pembekalan logistik para pejuang Lipang Bajeng di bawah pimpinan Ranggong Daeng Romo.

Daeng Narang mendapat amanah dari Ranggong Daeng Romo, untuk bertanggung jawab terhadap gizi para pejuang. Itu diselesaikan dengan baik. Bersama istrinya Daeng Calla, Daeng Narang sukses memenuhi kebutuhan logistik para pejuang. Memikul bahan makanan yang berat, sambil harus kucing-kucingan dengan Belanda.

Nasionalisme Daeng Narang juga teruji saat pemberontakan DI/TII. Betapa dia digoda oleh para pemberontak dengan membawa label agama. Bahkan, Daeng Narang terus dirayu oleh saudaranya untuk bergabung dalam barisan para pemberontak. Namun bagi Daeng Narang, NKRI harga mati. Akhirnya saudaranya pergi dengan tangan hampa.

Keikhlasan Daeng Narang dalam berbisnis, berjuang, dan berdakwah, akhirnya berbuah manis. Allah menganugerahi mendiang Basarang Daeng Narang keturunan – keturunan yang saleh dan salehah.

Salah seorang putrinya, Sitti Siada Daeng Narang, melanjutkan kedermawanannya. Juga semangat dakwahnya. Sitti Siada Daeng Siang berjuang di depan kelas. Sebagai pengajar, Daeng Siang membentuk karakter anak didiknya sebagai pribadi yang baik.

Kedermawanan Daeng Siang diganjar baik oleh Allah. Doa di akhir sujudnya dikabulkan Allah. Anak-anak Daeng Siang tumbuh menjadi orang-orang sukses, pribadi dermawan, dan suka mengulurkan tangan.

Penulis: Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA (Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta)                Buka: “Daeng Siang Sang Penerang”

 

Iklan Bersponsor Google

Leave a Reply