Historial.id – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali memantik kontroversi lewat wawancara terbarunya di Full Send Podcast yang tayang pekan ini. Dalam podcast yang dikenal dengan gaya santai namun sarat kontroversi itu, Netanyahu menyebut bahwa krisis kelaparan yang melanda Gaza bukan disebabkan oleh blokade Israel, melainkan ulah kelompok Hamas.
Iklan Google AdSense
“Hamas menyita bantuan makanan yang masuk ke Gaza, menyimpannya, lalu menjual kembali kepada warga dengan harga yang sangat mahal,” ujar Netanyahu. Ia menambahkan bahwa kelompok bersenjata itu memanfaatkan penderitaan warga sipil sebagai alat propaganda untuk menyudutkan Israel di mata dunia internasional.
Namun, klaim tersebut mendapat sorotan tajam dari komunitas internasional dan berbanding terbalik dengan sejumlah data lapangan.
Fakta Lapangan: Krisis Sistemik dan Blokade

Badan PBB untuk urusan kemanusiaan (OCHA), Program Pangan Dunia (WFP), dan sejumlah LSM global melaporkan bahwa lebih dari 2 juta penduduk Gaza mengalami kelaparan akut, dengan 470.000 orang berada di tingkat kelaparan tertinggi (IPC Fase 5).
Laporan resmi PBB menyebutkan bahwa sejak Maret 2025, jalur distribusi bantuan ke Gaza semakin tersumbat akibat blokade total Israel, termasuk penutupan perlintasan utama seperti Rafah dan Kerem Shalom. Akibatnya, truk bantuan sering tertahan di perbatasan dan mengalami penjarahan saat masuk ke wilayah konflik yang tidak memiliki kontrol keamanan.
Sebuah laporan Reuters menyebut bahwa setidaknya 875 warga sipil Palestina tewas dalam enam minggu terakhir saat mencoba mengakses bantuan di titik distribusi. “Distribusi bantuan telah menjadi kegiatan mematikan,” kata Ravina Shamdasani, juru bicara Kantor HAM PBB.
Sementara itu, UNRWA melaporkan bahwa stok makanan dan medis kritis telah habis di banyak wilayah Gaza, dan ribuan anak terancam mengalami malnutrisi akut jika bantuan tidak segera disalurkan secara aman.
Apakah Hamas Terlibat dalam Penyelewengan?
Meski ada laporan tentang ketidakteraturan distribusi dan keberadaan kelompok kriminal yang merampas bantuan, hingga kini belum ada bukti sistematis yang menunjukkan Hamas sebagai pelaku utama penyelewengan atau penjualan bantuan kemanusiaan secara luas. Sebagian besar laporan menyebutkan bahwa ketidakamanan, runtuhnya tatanan sipil, dan kurangnya infrastruktur menjadi penyebab utama kekacauan logistik.
“Yang terjadi bukan sekadar pencurian. Ini adalah kehancuran menyeluruh terhadap sistem distribusi kemanusiaan,” ujar koordinator kemanusiaan PBB di Gaza.
Narasi yang Berseberangan
Pernyataan Netanyahu di Full Send Podcast mencerminkan narasi resmi pemerintah Israel yang berusaha memindahkan tanggung jawab atas krisis Gaza kepada Hamas. Namun data dari lapangan menunjukkan bahwa blokade, pembatasan distribusi, dan serangan militer Israel terhadap jalur suplai utama menjadi faktor dominan memburuknya situasi kemanusiaan.
Krisis di Gaza telah menjadi bencana yang jauh melampaui konflik militer, dan mengorbankan lebih dari dua juta warga sipil yang kini terperangkap dalam kelaparan, pengungsian, dan kehancuran total infrastruktur.
Sumber : FULL SEND PODCAST, Reuters, The Times, The Guardian

Iklan Bersponsor Google
Leave a Reply