HISTORIAL.ID – GOWA – Baru sehari setelah resmi ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Perusahaan Daerah (Perusda) Kabupaten Gowa, Ardiansyah Arsyad langsung menunjukkan keseriusannya. Tanpa menunda waktu, ia mulai aktif berkantor di Perusda Gowa yang berlokasi di Jalan Habibu Kulle No. 3, Sungguminasa, Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
Iklan Google AdSense
Langkah cepat ini dilanjutkan dengan konferensi pers yang digelar di Rumah Makan Cobe-Cobe, Sabtu (5/7), sebagai bentuk transparansi dan komunikasi terbuka kepada publik.
“Cacatnya Perusda, sakitnya Perusda, mari kita benahi sama-sama,” tegas Ardiansyah di hadapan awak media.
Dalam pernyataannya, Ardiansyah menyampaikan arah fokus progres Perusda di bawah kepemimpinannya. Ia menegaskan bahwa sektor tambang yang sebelumnya menjadi perhatian akan diselesaikan terlebih dahulu, kemudian beralih ke sektor pariwisata dan pertanian.

“60 persen tuntas di tambang, kita pindah ke pariwisata. Setelah itu, kita ke progres pertanian,” jelasnya.
“Saya tidak datang untuk mencari masalah, tapi hadir dengan solusi agar Pendapatan Asli Daerah (PAD) Gowa bisa meningkat,” tambahnya.
Fokus 10 Hari Pertama: Analisis, Strategi, dan Kolaborasi
Dalam sepuluh hari pertama masa jabatannya, Ardiansyah memprioritaskan pembenahan internal perusahaan dan penyusunan rencana kerja strategis sebagai landasan utama pembangunan.
Ia langsung menggelar rapat perdana bersama tim manajemen untuk mengevaluasi kondisi internal Perusda dan menggali potensi serta kebutuhan masyarakat sekitar.
“Saya langsung mengadakan rapat dengan tim manajemen untuk memahami kondisi perusahaan serta kebutuhan masyarakat,” ujar Ardiansyah saat dihubungi via telepon, Jumat (4/7/2025).
Rapat tersebut menitikberatkan pada identifikasi masalah krusial dan potensi yang bisa dikembangkan untuk mendorong kemajuan ekonomi daerah.
“Kami fokus pada pemetaan persoalan sekaligus menyusun rencana strategis yang tepat sasaran,” lanjutnya.
Melibatkan Semua Elemen Masyarakat
Tidak hanya berfokus pada internal perusahaan, Ardiansyah juga aktif membangun komunikasi lintas sektor. Ia menggandeng aparat desa, pelaku usaha lokal, hingga komunitas masyarakat untuk bersama-sama menyusun langkah kolaboratif.
“Pembangunan dan kesejahteraan tidak dapat dicapai oleh satu pihak saja. Kolaborasi semua elemen sangat penting,” tegasnya.
Menuju Program Inklusif dan Berkelanjutan
Ke depan, Ardiansyah berkomitmen meluncurkan program-program pemberdayaan ekonomi masyarakat yang inklusif dan tepat guna. Ia juga berencana memperkuat sinergi antara Perusda dengan pemerintah daerah dan sektor swasta.
“Kami akan merancang program yang tidak hanya efektif, tapi juga inklusif. Harapannya, seluruh lapisan masyarakat Gowa bisa merasakan dampaknya,” ujarnya optimistis.
Langkah cepat, terukur, dan kolaboratif yang diambil oleh Ardiansyah Arsyad menunjukkan komitmennya untuk menjadikan Perusda sebagai motor penggerak pembangunan daerah serta peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Gowa.

Iklan Bersponsor Google
Leave a Reply