HISTORIAL.ID – NEW YORK, AS — Calon Wali Kota New York City dari Partai Demokrat, Zohran Mamdani, merespons keras serangan terbuka dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang menyebut dirinya harus ditangkap, dideportasi, dan dicabut kewarganegaraannya.
Iklan Google AdSense
Pernyataan kontroversial itu disampaikan Trump dalam konferensi pers di Washington, Selasa (1/7/2025), dan segera menuai kecaman luas, termasuk dari berbagai tokoh Demokrat.
Menanggapi serangan tersebut, Mamdani berbicara di hadapan pendukungnya dalam sebuah acara publik di Manhattan pada Rabu (2/7/2025) waktu setempat. Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa serangan Trump bukan soal latar belakang etnis maupun agamanya sebagai Muslim dan keturunan Asia Selatan, tetapi merupakan upaya pengalihan isu.
“Donald Trump mengatakan saya harus ditangkap, dideportasi, dan dicabut status kewarganegaraan saya. Tapi ini bukan soal identitas saya,” kata Mamdani.

“Ini karena saya membela mereka yang tak mampu membeli rumah di kota ini. Saya membela kelas pekerja, orang-orang yang katanya justru diperjuangkan oleh Trump,” lanjutnya.
Mamdani, seorang imigran asal Uganda yang menjadi warga negara AS pada 2018, dikenal sebagai politikus progresif dan vokal menyuarakan isu keadilan perumahan serta pembelaan terhadap kelas pekerja di New York City. Ia sebelumnya menjabat sebagai anggota Majelis Negara Bagian New York.
Trump menuduh Mamdani memiliki hubungan dengan kelompok ekstremis dan menyebutnya “komunis”, dalam upaya yang disebut banyak pihak sebagai taktik intimidasi terhadap lawan politik menjelang Pilkada New York.
Tokoh-tokoh Demokrat seperti Gubernur New York Kathy Hochul dan Pemimpin Minoritas DPR AS Hakeem Jeffries menyatakan pembelaan terhadap Mamdani dan mengkritik Trump karena menggunakan retorika yang dinilai xenofobik dan antidemokratis.
Sementara itu, Gedung Putih belum memberikan pernyataan resmi terkait komentar presiden.
Sumber: Associated Press, Politico, The Guardian

Iklan Bersponsor Google
Leave a Reply