HISTORIAL.ID – Setiap manusia pasti tidak luput dari kesalahan dan kekhilafan. Berbagai perbuatan yang dilakukan bisa saja menjadi dosa, yang dapat berujung pada neraka jika tidak segera ditanggulangi.
Iklan Google AdSense
Namun, kematian tidak ada yang tahu kapan akan datang, sehingga umat Muslim dianjurkan untuk melakukan salat taubat sebagai salah satu cara untuk menebus dosa yang telah diperbuat, baik secara sengaja maupun tidak sengaja.
Lantas, bagaimana tata cara salat taubat? Apa doa yang dibaca dan bagaimana niatnya? Simak penjelasan selengkapnya dalam artikel ini, yang dilansir dari Suara.com.
Anjuran untuk melaksanakan salat sunnah taubat ini diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi dari sahabat Ali bin Abi Thalib, yang mengutip sabda Rasulullah SAW melalui sahabat Abu Bakar As-Shidiq yang berbunyi:

“Tidaklah seseorang berbuat dosa, kemudian ia beranjak bersuci, melakukan salat, dan beristighfar memohon ampun kepada Allah, kecuali Allah akan mengampuninya.”
Salat Taubat memang tidak disyariatkan kecuali bagi seseorang yang tengah bertaubat kepada Allah SWT. Jumhur ulama sepakat bahwa salat taubat merupakan salah satu salat sunnah yang disyariatkan dan telah ditegaskan dalam nash-nash syariah.
Niat Salat Taubat 2 Rakaat
Untuk memulai ibadah ini, seseorang harus membaca niat salat taubat terlebih dahulu. Niat yang dibaca saat akan melaksanakan salat taubat adalah:
“Ushalli sunnatat taubati rokaataini lillahi ta’ala.”
Artinya: “Saya niat salat sunnah taubat dua rakaat karena Allah.”
Tata Cara Pelaksanaan Salat Taubat
Tata cara salat taubat sebenarnya sama seperti salat sunnah lainnya, dengan perbedaan pada bacaan niat. Salat ini dilakukan sebanyak dua rakaat dan diakhiri dengan satu kali salam. Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
1. Membaca niat (baik dalam hati atau dilafalkan)
2. Takbiratul ihram
3. Membaca doa iftitah
4. Membaca surat Al-Fatihah
5. Membaca salah satu surat pendek dalam Al-Quran
6. Rukuk
7. I’tidal
8. Sujud
9. Duduk di antara dua sujud
10. Sujud kedua
11. Salam
Bacaan Doa Setelah Salat Taubat
Setelah mengerjakan salat taubat, sangat dianjurkan untuk memperbanyak istighfar sebagai bentuk permohonan ampunan dan perlindungan dari Allah SWT. Disarankan untuk membaca istighfar sebanyak 100 kali dengan penuh khusyuk, meresapi artinya.
Bacaan istighfar yang bisa dibaca adalah:
“Astaghfirullaha alladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyuumu wa atuubu ilayh.”
Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah, yang tidak ada Tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup dan Berdiri Sendiri, dan aku bertaubat kepada-Nya.”
Setelah membaca istighfar, dapat dilanjutkan dengan doa setelah salat taubat sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah SAW, yaitu:
“Allahumma anta robbii laa ilaaha illaa anta, kholaqtanii wa ana ‘abduka wa ana ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mastatho’tu. A’udzu bika min syarri maa shona’tu, abuu’u laka bini’matika ‘alayya, wa abuu’u bi dzanbii, faghfirlii fainnahu laa yaghfirudz dzunuuba illa anta.”
Artinya: “Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau. Engkau telah menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku menjalankan perjanjian-Mu dan janji-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan perbuatanku, aku mengakui nikmat-Mu padaku, dan aku mengakui dosaku, maka ampunilah aku. Karena tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau.”
Demikianlah penjelasan mengenai salat taubat, yang dapat dikerjakan sebanyak dua rakaat dengan satu salam. Setelahnya, dianjurkan untuk memperbanyak istighfar dan membaca doa-doa yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW untuk memohon ampunan dari Allah SWT.

Iklan Bersponsor Google
Leave a Reply