Iklan Google AdSense

Identitas Mayat Perempuan Dalam Koper Terungkap, Diduga Merupakan Kejahatan Mutilasi

Identitas mayat yang ditemukan dalam koper di Ngawi, Jawa Timur, pada Kamis (23/1/2025), akhirnya terungkap. Korban diketahui bernama Uswatun Khasanah (29), warga Desa Bence, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Foto (Ist).

Identitas mayat yang ditemukan dalam koper di Ngawi, Jawa Timur, pada Kamis (23/1/2025), akhirnya terungkap. Korban diketahui bernama Uswatun Khasanah (29), warga Desa Bence, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Foto (Ist).

HISTORIAL.ID – Ngawi – Identitas mayat yang ditemukan dalam koper di Ngawi, Jawa Timur, pada Kamis (23/1/2025), akhirnya terungkap.

Iklan Google AdSense

Korban diketahui bernama Uswatun Khasanah (29), warga Desa Bence, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

Sehari-harinya, UK bekerja sebagai sales kosmetik dan tinggal mengontrak rumah di Tulungagung.

Sebagai orang tua tunggal, Uswatun meninggalkan dua anak yang tinggal bersama keluarganya di Blitar.

Identitas Korban:

– Nama: Uswatun Khasanah
– Tanggal Lahir: 25 April 1995
– Status Pernikahan: Cerai Hidup
– Anak: 2 Orang
– Agama: Islam
– Pekerjaan: Sales Kosmetik
– Tinggi Badan: 152 cm
– Warna Kulit: Kuning Langsat

Pengakuan Keluarga:

Ibu kandung korban, bersama ayah tiri dan kepala dusun, datang ke Kabupaten Ngawi untuk memastikan identitas jasad korban. Kapolsek Garum Polres Blitar, AKP Punjung, membenarkan bahwa keluarga korban mengonfirmasi bahwa jasad yang ditemukan adalah anggota keluarga mereka.

“Menurut informasi dari keluarga di Ngawi, benar korban adalah perempuan yang beralamat di Desa Bence, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar,” kata Punjung, Jumat (24/1/2025).

Sementara Ayah kandung korban, Nur Khalim, menjelaskan bahwa korban bekerja di Tulungagung dan mengontrak rumah di sana. Namun, ketika pulang ke Blitar, korban menginap di rumah neneknya di Desa Bence, Garum.

“Korban pulang ke Blitar sekitar lima hari lalu, pada Minggu (19/1/2024). Korban adalah janda dengan dua anak,” tambah Nur Khalim. Dikutip Tribunnews. Sabtu (25/1).

Ia juga mengatakan bahwa ia jarang bertemu dengan putrinya karena mereka tidak tinggal serumah, meskipun mereka berada dalam satu kecamatan.

Nur Khalim baru mengetahui kabar kematian putrinya pada Jumat pagi, sekitar pukul 09.00 WIB, setelah diberitahu oleh Kepala Desa Slorok.

“Saya diberitahu Kades Slorok bahwa jasad yang ditemukan di Ngawi itu adalah anak saya,” ungkapnya.

Kronologi Penemuan Korban:

Jasad korban ditemukan dalam koper pada Kamis (23/1/2025) pagi di wilayah Desa Dadapan, Kecamatan Kendal, Ngawi. Penemuan berawal ketika warga melihat sebuah paket yang terbungkus rapi di selokan desa setempat.

Karena curiga, warga membuka paket tersebut dan menemukan koper merah berisi barang-barang yang mencurigakan, termasuk selimut dan sepatu wanita.

“Warga yang penasaran membuka paket tersebut dan menemukan koper berisi barang-barang, termasuk tubuh yang tertutup selimut. Warga segera melaporkannya ke Pemerintah Desa yang kemudian diteruskan ke polisi,” jelas Kepala Desa Dadapan, Andik Bangga Satria Rama.

Polsek Kendal, yang menerima laporan, langsung turun ke lokasi bersama Tim Inafis Polres Ngawi untuk melakukan identifikasi. Polisi kemudian membawa koper tersebut ke RSUD Dr Soeroto Ngawi untuk autopsi guna mengetahui penyebab kematian.

“Semua barang bukti, termasuk koper, sprei, dan sandal, telah kami amankan untuk penyelidikan lebih lanjut. Kami sedang menunggu hasil autopsi dan pemeriksaan sidik jari,” kata Kapolres Ngawi, AKBP Dwi Sumrahadi.

Ia menambahkan bahwa tubuh korban ditemukan dalam kondisi tidak utuh, yang diduga merupakan hasil tindak kejahatan mutilasi.

Pihak kepolisian terus mendalami kasus ini dan berkoordinasi dengan keluarga untuk mengungkap lebih lanjut penyebab kematian dan pelaku di balik pembunuhan tersebut.

Iklan Bersponsor Google

Leave a Reply