Iklan Google AdSense

Pemerhati Politik Puji Langkah Bupati Gowa Meredam Gejolak Aksi: Potret Kepemimpinan Perempuan Ideal

Muhammad Nur Ihsan Hamsah, mahasiswa Pascasarjana Ilmu Politik Universitas Hasanuddin

Pemerhati Politik, Muhammad Nur Ihsan Hamsah, mahasiswa Pascasarjana Ilmu Politik Universitas Hasanuddin. Foto (Ist)

HISTORIAL.ID – Gowa – Langkah Bupati Gowa dalam meredam potensi gejolak aksi di wilayahnya menuai apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk pengamat politik. Pendekatan yang dinilai tenang, inklusif, dan strategis ini disebut sebagai cerminan nyata kepemimpinan perempuan yang ideal di tengah dinamika sosial-politik yang kompleks.

Iklan Google AdSense

Muhammad Nur Ihsan Hamsah, mahasiswa Pascasarjana Ilmu Politik Universitas Hasanuddin, menilai bahwa gaya kepemimpinan perempuan seringkali membawa kepekaan sosial yang tinggi, kemampuan komunikasi yang mumpuni, serta keberanian dalam membangun dialog lintas elemen.

“Bupati Gowa menunjukkan kualitas itu secara nyata. Dalam menghadapi potensi konflik, beliau tidak memilih jalur konfrontatif, melainkan merangkul semua pihak, mulai dari Forkopimda, organisasi kemasyarakatan, tokoh masyarakat, hingga para aktivis,” ujar Ihsan kepada awak media, Rabu (3/9).

Menurutnya, strategi tersebut merupakan bentuk kepemimpinan yang matang dan visioner, bukan sekadar reaktif.

“Langkah duduk bersama untuk membahas masalah dan merumuskan solusi taktis jauh lebih efektif daripada respons represif. Ini adalah bentuk kepemimpinan progresif, tegas namun mengedepankan dialog,” terangnya.

Ihsan juga menambahkan bahwa keberanian Bupati Gowa dalam mengedepankan pendekatan kolaboratif menunjukkan bahwa kepemimpinan tidak harus selalu otoritatif.

“Di era sekarang, pemimpin tidak cukup hanya bisa memerintah. Mereka harus mampu mendengar, memahami, dan melibatkan masyarakat sebagai bagian dari solusi. Inilah esensi dari kepemimpinan ideal yang inklusif dan berorientasi jangka panjang,” lanjutnya.

Ia menilai, langkah ini tak hanya berhasil meredam potensi konflik sesaat, namun juga membangun fondasi kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah. Pendekatan partisipatif semacam ini diyakini akan memperkuat stabilitas sosial-politik di Kabupaten Gowa ke depan. (*)

Iklan Bersponsor Google

Leave a Reply