HISTORIAL.ID – Washington — Pemerintah Amerika Serikat secara resmi mengumumkan penarikan kembali keanggotaannya dari Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO). Keputusan ini disampaikan pada Senin (22/7), setelah Presiden Donald Trump menyelesaikan evaluasi selama 90 hari terhadap keterlibatan AS di organisasi tersebut.
Langkah ini menandai ketiga kalinya AS keluar dari UNESCO, setelah sebelumnya mundur pada 1984 dan 2017. Pemerintahan Biden sempat memulihkan keanggotaan pada 2023, namun Trump kembali membatalkannya dengan alasan keberpihakan ideologis organisasi tersebut.
“Presiden Trump telah memutuskan untuk menarik AS dari UNESCO — organisasi yang mendukung agenda sosial dan budaya yang terpecah-belah dan bertentangan dengan kebijakan sehat yang dipilih rakyat AS pada November lalu,” kata Anna Kelly, Wakil Juru Bicara Gedung Putih, seperti dikutip dari New York Post dan Politico.
Alasan Penarikan
Peninjauan yang dilakukan sejak Februari 2025 menyoroti sejumlah aspek yang dinilai problematik oleh Washington, termasuk:
Dukungan terhadap Palestina, terutama dalam resolusi yang menyebut wilayah tersebut sebagai “terjajah.”
Penetapan situs-situs suci Yahudi sebagai warisan budaya Palestina, yang dianggap mengabaikan sejarah komunitas Yahudi.
Kecaman terhadap Israel terkait konflik di Gaza tanpa menyebut aksi kekerasan Hamas.
Kebijakan keberagaman dan inklusi UNESCO yang dinilai “terlalu ekstrem” atau terlalu “woke.”
Keterbukaan terhadap pengaruh Tiongkok, terutama dalam aspek kebijakan pendidikan dan teknologi.
Pemerintah AS menyebut bahwa pendekatan-pendekatan tersebut tidak mencerminkan nilai-nilai dan kepentingan nasional yang diwakili oleh rakyat AS.
Efektivitas Keputusan
Menurut laporan Reuters, penarikan ini akan berlaku efektif pada 31 Desember 2026, sesuai ketentuan PBB yang mengatur keanggotaan lembaga. Selama masa transisi, AS akan mengurangi partisipasi dan pendanaan secara bertahap.
Hingga saat ini, pihak UNESCO belum memberikan pernyataan resmi atas keputusan AS tersebut. Namun, beberapa analis menyebut langkah ini dapat berdampak signifikan pada stabilitas anggaran UNESCO, mengingat kontribusi AS sebelumnya mencapai sekitar 8% dari total dana operasional tahunan.
Sejarah Panjang Hubungan AS–UNESCO
AS pertama kali keluar dari UNESCO pada 1984 di bawah Presiden Ronald Reagan, dengan alasan “bias ideologis terhadap Barat.” Langkah serupa dilakukan Donald Trump pada 2017. Keduanya menuding UNESCO memihak Palestina dan mengadopsi agenda yang tidak netral.
Pemerintahan Presiden Joe Biden mengembalikan keanggotaan AS pada 2023 dengan harapan memperkuat peran Washington dalam kerja sama multilateral global. Namun, kini Trump kembali membatalkan keputusan tersebut dalam masa jabatan keduanya.
Sumber Valid: Reuters, Politico, The Guardian
Leave a Reply