HISTORIAL.ID – Gowa — Aksi damai yang digelar oleh mahasiswa dari kelompok Cipayung Plus di Kabupaten Gowa, Rabu (3/9), menuai pujian dari berbagai kalangan, termasuk akademisi. Aksi tersebut dinilai sebagai contoh nyata kedewasaan dalam berdemokrasi di era modern.
Iklan Google AdSense
Salah satu apresiasi datang dari Dr. Syamsul Bahri, yang menyaksikan langsung jalannya demonstrasi di depan Kantor Bupati Gowa.
Ia menyebut aksi tersebut sebagai gambaran hubungan harmonis antara rakyat dan pemerintah daerah.
“Suasana yang membuat hati damai melihatnya,” ujar Dr. Syamsul.

“Ini adalah implementasi nyata dari amanat Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998, yang menjamin hak setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum secara tertib dan sesuai hukum,” sambungnya.
Lebih lanjut, Dr. Syamsul menyoroti sinergi yang terbangun antara Pemerintah Kabupaten Gowa dan mahasiswa dari kelompok Cipayung Plus.
Menurutnya, kedua pihak berhasil menampilkan sikap intelektual dan adab demokratis yang patut dicontoh.
“Apa yang ditunjukkan oleh mahasiswa dan Pemkab Gowa adalah potret ideal dari demokrasi yang sehat. Ini bisa menjadi rujukan bagi daerah lain dalam merespons dinamika sosial-politik secara dewasa dan elegan,” jelasnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Dr. H. Rohandi, yang turut mengapresiasi peran Forkopimda Kabupaten Gowa dalam menjaga stabilitas selama aksi berlangsung.
“Kami selalu berdoa agar Bupati dan Wakil Bupati Gowa senantiasa diberi kekuatan serta kebijaksanaan dalam menjalankan amanah pemerintahan,” ujarnya.
Dr. Rohandi juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak, khususnya aparat keamanan, yang telah menjaga kondusivitas selama kegiatan demonstrasi berlangsung.
“Terima kasih kepada Kapolres Gowa dan Dandim Gowa, serta seluruh elemen masyarakat yang telah menjaga ketertiban. Ini adalah bentuk nyata dari kolaborasi sosial yang sangat membanggakan,” pungkasnya. (*)

Iklan Bersponsor Google
Leave a Reply