Iklan Google AdSense

Video Sandera Israel Kurus Kering Viral, Netanyahu Ditekan Publik dan Desak Palang Merah Masuk Gaza

Video Sandera Israel Kurus Kering Viral, Netanyahu Ditekan Publik dan Desak Palang Merah Masuk Gaza

Video Sandera Israel Kurus Kering Viral, Netanyahu Ditekan Publik dan Desak Palang Merah Masuk Gaza

HISTORIAL.ID – Tel Aviv — Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menghadapi tekanan domestik dan internasional yang semakin membesar usai beredarnya video dua sandera Israel yang ditahan Hamas dalam kondisi mengenaskan. Video yang dirilis Hamas pada awal pekan ini menunjukkan dua sandera—Evyatar David dan Rom Braslavski—tampak sangat kurus dan lemah, dengan salah satu dari mereka bahkan terlihat menggali lubang yang disebut sebagai “kuburannya sendiri”.

Iklan Google AdSense

Keluarga sandera menuding Hamas telah dengan sengaja menelantarkan mereka tanpa makanan dan perawatan medis layak. Kondisi ini memicu gelombang demonstrasi besar-besaran di Tel Aviv dan Yerusalem, menuntut pemerintah segera mengambil langkah konkret membebaskan para sandera yang tersisa di Gaza.

Sebagai respons, Netanyahu pada Minggu (3/8) menghubungi Koordinator Regional Palang Merah Internasional (ICRC), Julien Lerisson, dan meminta organisasi kemanusiaan tersebut untuk segera membantu para sandera yang kondisinya semakin memburuk.

Dalam pernyataannya, Netanyahu menyebut video itu sebagai “bukti penyiksaan yang tidak manusiawi” dan menyerukan akses kemanusiaan secepatnya.

“Saya menuntut agar ICRC segera mengirimkan bantuan medis dan makanan kepada para sandera yang ditahan Hamas,” ujar Netanyahu dikutip dari The Wall Street Journal dan NDTV.

Sementara itu, Hamas melalui juru bicaranya menyatakan kesediaan memberikan akses kepada Palang Merah, namun dengan syarat Israel membuka koridor kemanusiaan permanen ke Gaza dan menghentikan serangan udara selama pengiriman bantuan berlangsung.

Syarat ini menuai perdebatan di internal kabinet Israel, mengingat Netanyahu sendiri tengah mendorong opsi militer sebagai jalan utama pembebasan sandera.

Kondisi di Gaza juga terus memburuk. Laporan dari Deutsche Welle menyebut lebih dari 300 warga sipil Palestina meninggal akibat kelaparan dalam dua pekan terakhir karena blokade bantuan dan minimnya akses logistik.

Hal ini menambah sorotan dunia internasional terhadap Israel yang dituding memperparah krisis kemanusiaan di wilayah tersebut.

Dewan Keamanan PBB dijadwalkan menggelar sesi darurat pada Senin (5/8) untuk membahas kondisi para sandera serta desakan agar koridor kemanusiaan dibuka di Jalur Gaza.

Hingga saat ini, diperkirakan masih ada sekitar 50 sandera warga Israel yang ditahan Hamas, dengan hanya sekitar 20 di antaranya yang diyakini masih hidup. Tekanan terhadap Netanyahu kian menguat, baik dari dalam negeri maupun komunitas internasional, agar pemerintah segera mengambil langkah nyata menyelamatkan mereka.

Sumber : The Wall Street Journal, NDTV, Reuters, DW, The Guardian

Iklan Bersponsor Google

Leave a Reply