HISTORIAL.ID – GOWA – Kabupaten Gowa terus menunjukkan capaian positif dalam pembangunan di berbagai sektor. Keberhasilan ini tentu tidak lepas dari peran serta kepemimpinan yang telah mengabdi sebelumnya.
Iklan Google AdSense
Kini, amanah baru kembali dipercayakan kepada Husniah Talenrang sebagai Bupati Gowa periode 2025-2030, bersama Wakil Bupati Darmawangsyah Muin, untuk melanjutkan perjuangan dalam mewujudkan Gowa yang semakin maju dan sejahtera.
Sebagai bupati perempuan pertama di Kabupaten Gowa, Husniah Talenrang menegaskan bahwa kepemimpinannya tidak hanya mengedepankan ketegasan dan kedisiplinan dalam tata kelola pemerintahan, tetapi juga menghadirkan sentuhan empati, kasih sayang, serta kebijakan yang lebih dekat dan berpihak kepada masyarakat.
“Pemerintah harus bersikap jujur, akuntabel, dan terbuka terhadap kritik yang bersifat membangun. Pemerintah juga dituntut untuk mengeksekusi program dengan cepat dan tepat sasaran, sehingga manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat,” ungkap Husniah Talenrang saat menyampaikan sambutannya di acara Serah Terima Jabatan Bupati dan Wakil Bupati Gowa, di Baruga Karaeng Galesong, Senin (3/2).

“Pembangunan fisik harus seiring dengan peningkatan kesejahteraan sosial, sehingga tidak ada masyarakat yang tertinggal, termasuk dalam upaya pengentasan kemiskinan ekstrem,” sambungnya.
Dalam kepemimpinannya yang baru, Bupati Husniah menegaskan pentingnya kolaborasi dan sinergi dengan program prioritas Gubernur Sulawesi Selatan serta kebijakan nasional, termasuk mendukung visi besar Presiden Prabowo Subianto dalam agenda pembangunan nasional.
Ia juga menyebutkan bahwa hasil retret kepala daerah di Magelang beberapa waktu lalu menjadi bekal penting baginya untuk menjalankan amanah dengan maksimal, memastikan Kabupaten Gowa turut berkontribusi dalam pembangunan Indonesia yang lebih modern dan maju.
Bupati Gowa ini, juga menyoroti pentingnya pendekatan emosional kepada masyarakat. Sebagai seorang perempuan, ia merasa perlu untuk lebih banyak mendengar langsung keluhan warga, merasakan apa yang mereka rasakan, dan memahami kebutuhan mereka.
“Saya mengajak seluruh pimpinan SKPD agar bersama-sama turun ke lapangan, menjadi telinga dan mata bagi pemerintah daerah, serta berperan sebagai orang tua asuh bagi masyarakat, khususnya mereka yang hidup dalam kondisi miskin ekstrem,” tegasnya.
Lebih jauh, Bupati Husniah mengajak seluruh elemen pemerintah, DPRD, Forkopimda, serta masyarakat untuk mengesampingkan ego sektoral, meninggalkan perbedaan masa lalu, dan bersatu padu membangun Kabupaten Gowa yang lebih baik.
Ia juga menyoroti pentingnya menghidupkan kembali semangat gotong royong yang mulai memudar di tengah masyarakat, bahkan di tingkat desa sekalipun.
Menurutnya, gotong royong harus kembali menjadi budaya dalam setiap program pembangunan, agar cita-cita bersama dapat tercapai dengan lebih cepat dan maksimal.
Husniah pun menegaskan bahwa pemerintahan ini adalah milik seluruh masyarakat Gowa, bukan hanya milik bupati atau wakil bupati. Oleh karena itu, ia mengharapkan dukungan penuh, masukan, serta kerja sama dari seluruh pihak untuk memastikan Kabupaten Gowa terus melangkah maju.
Mengakhiri pesannya, Bupati Husniah menegaskan bahwa dirinya bukan sekadar pemimpin yang dipilih rakyat, tetapi pelayan bagi rakyat.
“Saya mengajak semua pihak untuk menyatukan langkah, membulatkan tekad, dan bersama-sama membawa Kabupaten Gowa menuju masa depan yang lebih gemilang, penuh harapan, dan membawa kesejahteraan bagi seluruh masyarakat,” terangnya. (Ren)

Iklan Bersponsor Google
Leave a Reply