HISTORIAL.ID – Aipda Arham menghembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Kabupaten Bulukumba, setelah sebelumnya hendak dibawa ke Makassar pasca penangkapannya oleh petugas BNNP Sulawesi Selatan.
Iklan Google AdSense
Informasi yang beredar menyebutkan, Arham meninggal dunia setelah menenggak cairan pembersih kaca mobil saat dalam perjalanan. Namun, kabar tersebut belum sepenuhnya diterima dan diyakini oleh pihak keluarga.
Khususnya istri almarhum, Andi Tenri, yang merasa tidak puas dengan informasi yang diberikan. Sesampainya di rumah sakit, ia melampiaskan amarahnya dan menuntut penjelasan mengenai kronologi kematian suaminya.
“Suamiku dikepung, betul-betul dih, dan saya belum mendapat informasi yang jelas (tentang kronologis kejadian) dari pihak terkait. Saya tidak terima dengan peristiwa ini,” ujar Andi Tenri. Pernyataan ini dilansir dari media timurkota.com pada Rabu (5/2).

Andi Tenri juga mempertanyakan siapa yang membawa suaminya ke rumah sakit dalam kondisi kritis.
“Siapa yang membawa ini, pak? Di mana suami saya dibawa? Saya sangat tegas, saya tidak mau dimain-mainkan seperti ini. Suamiku dikepung,” katanya dengan emosi yang terlihat jelas.
Andi Tenri beberapa kali menunjukkan ketidakpuasan terhadap perlakuan yang diterima oleh suaminya, mulai dari saat diamankan hingga menerima kabar bahwa Arham berada di rumah sakit.
Terkait peristiwa tersebut, pihak BNNP Sulawesi Selatan memilih untuk tidak memberikan penjelasan lebih lanjut.
Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Sulsel, Kombes Pol Ardiansyah, belum memberikan keterangan terkait insiden ini.
“Ini masih akan diperiksa lebih lanjut,” ungkapnya kepada awak media yang mencoba mengkonfirmasi. (*)

Iklan Bersponsor Google
Leave a Reply