Iklan Google AdSense

Tiga mahasiswa Unhas yang Hanyut di Temukan dalam Kondisi Meninggal Dunia

Tiga mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, yang dilaporkan hanyut terbawa arus di sungai Biseang Labboro (Bislab) di Desa Semangki, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, pada Kamis (23/1), ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Jumat (24/1). Foto (Ist).

Tiga mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, yang dilaporkan hanyut terbawa arus di sungai Biseang Labboro (Bislab) di Desa Semangki, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, pada Kamis (23/1), ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Jumat (24/1). Foto (Ist).

HISTORIAL.ID – MAKASSAR – Tiga mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, yang dilaporkan hanyut terbawa arus di sungai Biseang Labboro (Bislab) di Desa Semangki, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, pada Kamis (23/1), ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Jumat (24/1).

Iklan Google AdSense

Ketiga korban yang merupakan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Program Studi Hubungan Internasional (HI), yakni Jean Eclezia (19 tahun), Reski Rahim (21 tahun), dan Syadza (19 tahun), ditemukan setelah pencarian intensif oleh tim SAR gabungan dan segera dibawa ke Rumah Sakit Maros untuk proses identifikasi.

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Makassar, Andi Sultan, mengonfirmasi penemuan ketiga korban pada hari kedua pencarian, Jumat (24/1).

“Semua korban yang dilaporkan hanyut dan hilang telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia,” ujarnya.

Kronologi kejadian bermula pada Kamis sore (23/1) ketika keenam mahasiswa tersebut berkunjung ke lokasi yang merupakan area survei untuk kegiatan camping.

Sekitar pukul 17.50 WITA, mereka mulai pulang dan melewati jalur yang telah tergenang air. Saat mendekati jembatan, tiba-tiba arus sungai yang deras menyeret tiga mahasiswa.

Tiga lainnya berhasil selamat dengan berpegangan tangan dan berhasil naik ke daratan, namun tiga lainnya terseret dan hilang.

Tim SAR Gabungan segera melakukan pencarian di sungai Bislab. Jean Eclezia ditemukan pertama kali pada pukul 21.45 WITA, sekitar satu jam setelah kejadian.

Korban kedua, Reski Rahim, ditemukan sekitar 500 meter dari lokasi kejadian, tersangkut di pohon dalam keadaan meninggal.

Korban ketiga, Syadza, ditemukan pada Jumat pagi, sekitar 3 kilometer dari lokasi awal, juga dalam kondisi meninggal dunia.

Pencarian yang berlangsung selama hampir 24 jam itu akhirnya ditutup setelah semua korban ditemukan dan diserahkan kepada keluarga masing-masing pada pukul 09.00 WITA, Jumat (24/1).

“Semua korban telah diserahkan kepada keluarga mereka, dan pencarian ditutup,” jelas Andi Sultan.

Iklan Bersponsor Google

Leave a Reply