HISTORIAL.ID – Makassar – Ketua KNPI Kota Makassar, Syamsul Bahri Majjaga, menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat agar tetap tenang dan tidak terjebak dalam arus provokasi yang dapat merusak tatanan kebersamaan di Kota Daeng.
Iklan Google AdSense
Menurutnya, perbedaan pendapat adalah hal wajar, namun tidak boleh menjadi alasan untuk menimbulkan kegaduhan yang justru merugikan masyarakat.
“Makassar ini rumah besar kita semua. Jangan biarkan emosi sesaat dan provokasi segelintir pihak merusak suasana kota yang kita cintai,” ujar Syamsul Bahri dengan nada tegas saat di tanya media, Sabtu (30/8).
Ia menekankan, pemuda harus menjadi pelopor kedewasaan dalam bertindak, menjaga harmoni, serta menolak segala bentuk upaya adu domba yang dapat memecah persatuan.

“Pemuda bukan hanya penonton dalam menjaga kota ini, tetapi harus menjadi penjaga moral dan benteng terakhir persatuan Makassar,” tegasnya.
KNPI, kata Syamsul, berdiri di garis depan untuk mengawal agar Makassar tetap aman, damai, dan penuh semangat persaudaraan.
“Kami tidak ingin melihat Makassar tercoreng oleh provokasi. Pemuda harus hadir sebagai pendingin suasana, bukan sebagai bahan bakar konflik,” tambahnya.
Menutup pernyataannya, Syamsul Bahri mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menahan diri, mengedepankan dialog, serta menjadikan persaudaraan sebagai pondasi dalam menjaga Kota Makassar.
“Ketika pemuda mampu menahan diri dan mengedepankan persatuan, maka Makassar akan tetap teduh, sejuk, dan kuat menghadapi segala tantangan,” pungkasnya. (*)

Iklan Bersponsor Google
Leave a Reply