HISTORIAL.ID – Gowa — Ketua Umum baru Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Gowa Raya, Taufiqurrahman, menegaskan komitmen organisasinya untuk terus menjadi kekuatan moral dan intelektual di tengah masyarakat.
Iklan Google AdSense
Menurutnya, HMI yang berdiri pada 5 Februari 1947 membawa cita-cita besar yang diwariskan para pendirinya, khususnya Lafran Pane. Nilai dan harapan tersebut, kata dia, menjadi ruh perjuangan yang membuat organisasi ini mampu bertahan dan terus relevan hingga hari ini.
“Harapan dan cita-cita para pendiri itulah yang menjadi ruh perjuangan HMI, sehingga organisasi ini mampu bertahan dan terus hadir hingga hari ini,” ujar Taufiqurrahman usai dilantik sebagai Ketua Umum HMI Cabang Gowa Raya periode 2026–2027 di Baruga Tinggimae, Rumah Jabatan Bupati Gowa, Sabtu (14/3).
Ia menilai pembangunan daerah tidak hanya membutuhkan kekuatan administratif dan politik, tetapi juga kompas moral yang menjadi penuntun dalam setiap kebijakan.

Karena itu, ia berharap nilai-nilai dasar perjuangan HMI seperti kejujuran, integritas, keadilan, serta keberpihakan kepada rakyat dapat menjadi pedoman dalam penyelenggaraan pemerintahan.
“Kepada pemerintah daerah Kabupaten Gowa, dengan penuh hormat saya ingin menyampaikan bahwa nilai-nilai dasar perjuangan HMI, kejujuran, integritas, keadilan, dan keberpihakan kepada kepentingan masyarakat dapat menjadi mercusuar dalam menjalankan roda pemerintahan. Pemerintah yang baik tidak hanya diukur dari banyaknya program, tetapi dari seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, pengurus PB HMI, Andi Muhammad Saiful Haq, dalam sambutannya menekankan bahwa kepemimpinan setidaknya membutuhkan dua hal utama, yakni keberanian dan momentum.
Menurutnya, banyak orang memiliki keberanian tetapi tidak memiliki momentum. Sebaliknya, ada pula yang memiliki momentum, namun tidak memiliki keberanian untuk mengambil peran.
“Karena itu saya ingin mengucapkan selamat kepada Ketua Umum, para Ketua Bidang, dan seluruh jajaran pengurus yang baru saja dilantik. Saya percaya teman-teman memiliki keberanian sekaligus momentum untuk menerima amanah sebagai pengurus HMI Cabang Gowa Raya,” ujarnya.
Ia juga mengibaratkan HMI Cabang Gowa Raya sebagai sebuah rumah besar dengan banyak ruang di dalamnya. Setiap ruang memiliki fungsi dan potensi yang berbeda, mulai dari ruang politik, seni, hingga akademik yang menjadi wadah pengembangan kader.
Menurutnya, seorang pemimpin harus mampu melihat serta mengelola beragam potensi tersebut dengan baik.
“Tidak semua orang memiliki minat yang sama. Ada yang senang membaca buku dan berdiskusi di ruang akademik, ada pula yang lebih senang bergerak di lapangan, seperti melakukan aksi demonstrasi atau berkiprah dalam dunia politik,” jelasnya.
Karena itu, peran kepemimpinan Ketua Umum dan para Ketua Bidang dinilai penting untuk menjemput serta mengelola potensi kader agar dapat berkembang secara maksimal.
Ia juga berpesan agar kepengurusan baru mampu menciptakan legacy atau warisan kepemimpinan yang baik bagi organisasi.
“Warisan itu harus menjadi sesuatu yang membanggakan dan memberi dampak nyata bagi organisasi, sehingga akan selalu dikenang oleh generasi berikutnya,” katanya.
Acara pelantikan turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Gowa Hasrul Rajab, Kepala Kantor Kementerian Agama Gowa Jamaris Halik, Ketua Umum BADKO HMI Sulselbar Asrullah Dimass, serta Ketua KOHATI Sulselbar Ita Rosita. (*)

Iklan Bersponsor Google
Leave a Reply