HISTORIAL.ID – Markas pusat Khatam al-Anbiya Headquarters mengeluarkan pernyataan keras yang secara langsung menantang klaim kemenangan yang kerap disampaikan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Iklan Google AdSense
Di tengah narasi “kemenangan mutlak” yang dibangun Washington, pihak Teheran justru menilai militer Amerika Serikat berada dalam kondisi “sekarat” di medan tempur.
Menanggapi pernyataan berulang dari Gedung Putih mengenai dominasi militer AS, juru bicara Markas Khatam al-Anbiya menegaskan bahwa realitas di lapangan sangat berbeda dengan narasi yang disampaikan kepada publik.
Menurutnya, klaim kemenangan yang digaungkan Washington hanyalah upaya untuk menutupi melemahnya posisi mereka.

“Jangan terbuai dengan mikrofon dan podium di Washington. Musuh yang telah kalah tidak lagi memiliki otoritas untuk menentukan kenyataan di medan tempur. Mereka hanya menggunakan media yang menyesatkan sebagai cermin terbalik dari kebenaran,” ujar juru bicara tersebut.
Pernyataan ini secara tidak langsung menyindir retorika politik Presiden Trump yang kerap menekankan superioritas militer AS di kawasan.
Peringatan “Bom Waktu” Harga Minyak
Selain menanggapi klaim kemenangan, Iran juga memperingatkan pemerintahan Trump agar tidak hanya berfokus pada ancaman ranjau laut. Menurut mereka, ada potensi ancaman yang jauh lebih besar bagi ekonomi Amerika Serikat.
“Kami sarankan kepada para pembual yang terus bicara soal ranjau laut: perhatikan bom waktu yang sedang berdetak—yaitu detik-detik menuju lonjakan harga minyak yang dapat mengguncang stabilitas ekonomi kalian,” kata juru bicara tersebut.
Pernyataan ini merujuk pada potensi dampak global terhadap pasar energi apabila ketegangan di kawasan Timur Tengah terus meningkat.
Klaim Operasi di Tengah Cuaca Ekstrem
Pihak Teheran juga mengklaim bahwa di saat narasi kemenangan disampaikan dari Washington, pasukan mereka berhasil melancarkan serangan ke sejumlah titik strategis yang disebut sebagai pusat konsentrasi pasukan AS.
Menurut klaim tersebut, serangan dilakukan menggunakan hulu ledak seberat satu ton dan berlangsung di tengah kondisi cuaca ekstrem berupa salju dan hujan. Iran menyebut operasi tersebut sebagai bukti bahwa kemampuan militernya tetap berjalan efektif meski dalam kondisi alam yang sulit.
“Fana”: Ringkasan Kondisi AS
Dalam pernyataannya, Markas Khatam al-Anbiya menggambarkan kondisi pemerintahan AS saat ini dengan satu kata: “fana.”
Mereka menilai proses kemunduran kekuatan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah tidak dapat lagi dihentikan, terlepas dari narasi yang disampaikan oleh Presiden Trump di hadapan media.
Sumber: Fars News Agency

Iklan Bersponsor Google
Leave a Reply