Iklan Google AdSense

Polres Indramayu Selidiki Penemuan Lima Jenazah Satu Keluarga Terkubur di Halaman Rumah

Polres Indramayu Selidiki Penemuan Lima Jenazah Satu Keluarga Terkubur di Halaman Rumah

Polres Indramayu Selidiki Penemuan Lima Jenazah Satu Keluarga Terkubur di Halaman Rumah. Foto (Ist)

HISTORIAL.ID – Indramayu — Polres Indramayu tengah menyelidiki kasus penemuan lima jenazah satu keluarga yang terkubur dalam satu liang di halaman belakang rumah mereka di Kelurahan Paoman, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, pada Senin (1/9) malam.

Iklan Google AdSense

Kelima korban diketahui bernama Sahroni (75), anaknya Budi (45), istri Budi yakni Euis (40), serta dua anak mereka yang masing-masing diperkirakan berusia tujuh tahun dan delapan bulan.

Kasus ini terungkap setelah warga sekitar mencium bau menyengat dari rumah korban yang sudah beberapa hari tertutup rapat. Warga kemudian melaporkannya kepada aparat kepolisian.

“Setelah dilakukan pemeriksaan, ditemukan gundukan tanah mencurigakan di bagian belakang rumah. Saat digali, petugas menemukan lima jenazah yang terkubur dalam satu liang, terdiri dari tiga orang dewasa dan dua anak-anak,” ujar Kasi Humas Polres Indramayu, AKP Tarno, di Indramayu, Selasa (2/9).

Menurut Tarno, pihak kepolisian telah memeriksa lima orang saksi dan membawa seluruh jenazah ke Rumah Sakit Bhayangkara Losarang, Indramayu, untuk proses identifikasi dan autopsi.

“Diperkirakan para korban telah meninggal beberapa hari sebelum ditemukan. Namun, penyebab pasti kematian masih menunggu hasil autopsi,” jelasnya.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi mengamankan sejumlah barang bukti seperti cangkul, ember kecil, seprai, serta terpal biru yang ditemukan dengan bercak darah. Polisi juga masih mendalami kemungkinan hilangnya barang-barang milik korban.

“Hingga saat ini, kami masih menyelidiki motif peristiwa ini serta mengidentifikasi pelaku yang diduga terlibat,” tambahnya.

Warga Sempat Curiga

Penemuan lima jenazah ini sempat membuat warga sekitar geger dan menimbulkan dugaan bahwa kasus ini berkaitan dengan aksi perampokan.

Ami (35), seorang warga setempat, mengaku terkejut saat mengetahui bahwa satu keluarga tetangganya ditemukan tewas dalam kondisi terkubur.

Menurut Ami, sebelum kejadian, ia sempat melihat dua mobil pikap berhenti di depan rumah korban pada Sabtu (30/8) dini hari. “Kemungkinan peristiwanya terjadi tiga sampai empat hari sebelum ditemukan,” ujarnya.

Ia juga menuturkan bahwa jenazah korban ditemukan dalam satu liang di dekat pohon nangka di dalam area rumah.

“Katanya sih perampokan. Korbannya lima orang, ada bapak, ibu, kakek, anak kecil, dan bayi delapan bulan,” kata Ami.

Keterangan Keluarga Korban

Ema, salah satu kerabat korban, menyampaikan bahwa para korban masih terlihat beraktivitas pada Jumat (29/8) siang. Bahkan, pada sore harinya, Budi sempat membeli lima porsi ayam bakar.

“Katanya ada tamu dari Tangerang. Dia beli ayam bakar lima porsi, ditanya sama yang jual, katanya buat teman dan saudara yang datang,” tutur Ema.

Ema juga menambahkan bahwa saat berada di kantor polisi usai penemuan jenazah, ia mendengar informasi bahwa jenazah Budi ditemukan dalam kondisi tangan dan kaki terikat. Diduga, Budi dibunuh di dalam salah satu kamar, mengingat ditemukan bercak darah di kamar tersebut dan juga di kamar mandi.

“Saya sangat sedih, satu keluarga meninggal dalam kondisi seperti ini. Apalagi anak-anaknya masih kecil, yang satu baru delapan bulan,” ujarnya dengan suara bergetar.

Ia juga mengaku tidak mengetahui apakah keluarga korban memiliki permasalahan dengan pihak lain. “Kalau Budi memang orangnya tertutup. Saya tidak tahu kalau ada masalah,” tambahnya.

Saat ditanya mengenai kemungkinan hilangnya barang berharga milik korban, Ema mengatakan tidak mengetahui secara pasti. “Setahu saya tidak ada barang yang rusak atau hilang. Tapi saya juga tidak sempat lihat ke dalam kamar korban,” jelasnya. (*)

 

Iklan Bersponsor Google

Leave a Reply