Iklan Google AdSense

China Berulah, Satu Dunia Jadi Korban

Foto: Bendera China (AP Photo/Jae C. Hong)

Foto: Bendera China (AP Photo/Jae C. Hong)

HISTORIAL.ID – Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) berhasil menghapus malware yang telah ditanam oleh sekelompok peretas kriminal yang diduga didukung oleh pemerintah China.

Iklan Google AdSense

Malware yang dikenal dengan nama PlugX ini telah menginfeksi lebih dari 4.200 komputer di berbagai negara di seluruh dunia, digunakan untuk mencuri data dan informasi sensitif.

Para penyelidik mengungkapkan bahwa malware tersebut disebarkan melalui perangkat USB yang terinfeksi dan didistribusikan oleh kelompok peretas yang dikenal dengan nama “Mustang Panda” dan “Twill Typhoon”.

Menurut catatan pengadilan yang diajukan di Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Timur Pennsylvania, jaksa penuntut menduga bahwa pemerintah China membayar kelompok Mustang Panda untuk mengembangkan PlugX. Demikian dikutip dari Reuters, Rabu (15/1/2025).

Perusahaan keamanan siber Sekoia mengidentifikasi infrastruktur komando dan kontrol yang digunakan oleh peretas pada September 2023.

Mereka kemudian bekerja sama dengan pihak berwenang Prancis untuk mengambil alih infrastruktur tersebut pada Juli 2024.

Selain itu, FBI juga bekerja sama dengan otoritas Prancis untuk melacak perangkat yang berbasis di AS yang menjadi sasaran malware ini.

Malware PlugX diketahui telah digunakan sejak 2014 untuk menargetkan komputer-komputer di Amerika Serikat, Eropa, Asia, dan bahkan perangkat yang digunakan oleh kelompok pembangkang politik China.

Insiden ini kembali memperlihatkan ancaman besar yang ditimbulkan oleh serangan siber yang didukung oleh negara, yang dapat merugikan berbagai pihak di seluruh dunia.

Iklan Bersponsor Google

Leave a Reply