HISTORIAL.ID – GOWA – Insiden tragis ini terjadi di Desa Pattuku Limpoe, Kecamatan Lappariaja, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.
Iklan Google AdSense
Rudi tewas di tempat setelah menerima dua tembakan, satu di wajah dan satu di bagian dada.
Kejadian tersebut tepatnya pada malam pergantian tahun, Selasa, 31 Desember 2024.
Profesi Rudi Gani seorang pengacara senior ditemukan tewas setelah ditembak oleh orang tak dikenal (OTK).

Apa yang Terjadi Saat Penembakan?
Tiba-tiba terdengar suara ledakan, dan Rudi terjatuh bersimbah darah.
Menurut saksi mata, Abdul, saat kejadian, Rudi sedang menikmati makan malam bersama keluarganya.
“Makan-makan sama keluarga, tiba-tiba ada ledakan dan korban terbaring serta mengeluarkan darah,” ujar Abdul.
Pelaku penembakan diduga menggunakan mobil dan langsung melarikan diri setelah melakukan aksinya.
Mengapa Penembakan Ini Menarik Perhatian?
Kematian Rudi memunculkan berbagai spekulasi mengenai siapa pelaku penembakan tersebut.
Mengingat banyaknya kasus yang ditangani oleh Rudi selama kariernya, banyak pihak mulai mencurigai bahwa kasus-kasus tersebut mungkin menjadi motif di balik serangan tersebut.
Kasus Apa Saja yang Ditangani Oleh Rudi?
Istri Rudi, Maryam (45), menjelaskan bahwa suaminya sering mendampingi sejumlah kasus, sebagian besar di antaranya merupakan kasus besar.
“Kalau kasus yang ditangani banyak, karena setiap dia bersidang pasti saya temani,” kata Maryam, seperti yang dilansir dari Tribunnews.com pada Minggu, 5 Januari 2025.
Maryam juga menegaskan bahwa selama kariernya, Rudi tidak pernah terlibat dalam kasus yang melibatkan orang-orang besar.
“Semua sih besar karena ada pidana, ada perdata. Tidak ada melibatkan orang-orang besar,” lanjutnya.
Apa Kasus Terakhir yang Ditangani Rudi?
Maryam menyebutkan bahwa kasus terakhir yang ditangani oleh Rudi adalah terkait penyerobotan lahan.
“Waktu hari Selasa pekan lalu, jam 10, saya sama Rudi tinggalkan rumah ke Polres Bone masuk ke Tahbang, dampingi penyerobotan lahan,” ungkap Maryam.
Dalam kasus tersebut, Rudi bertindak sebagai pengacara bagi terlapor dan sempat mengikuti sidang terkait perkara itu.
Maryam menambahkan bahwa suaminya dikenal sebagai sosok yang sabar dan tidak pernah bermasalah serius dengan orang lain.
“Tidak pernah bapak itu orangnya sabar, tidak pernah cekcok sama orang,” kenangnya.

Iklan Bersponsor Google
Leave a Reply