HISTORIAL.ID – Jalur Gaza – Militan Palestina memerangi pasukan Israel di wilayah utara Gaza yang hancur. Mereka menembakkan rentetan roket ke Israel pada hari Rabu (6/12) lalu.
Iklan Google AdSense
Belum ada laporan mengenai adanya korban jiwa di Israel. Pertempuran di Jalur Gaza telah menghambat distribusi bantuan penting di sebagian besar wilayah tersebut dan menyebabkan kehancuran dan pengungsian massal dari utara ke selatan.
Pertempuran itu terjadi di utara, yang merupakan target pertama serangan Israel dan tempat seluruh lingkungan telah dihancurkan, menunjukkan seberapa jauh Israel masih dari mencapai tujuannya untuk membubarkan Hamas dan memulangkan sejumlah sandera yang ditangkap dalam serangan 7 Oktober yang memicu perang.
Dalam perkembangan lainnya, Prancis dan Qatar, negara Teluk Persia yang membantu memediasi gencatan senjata sebelumnya, mengatakan Selasa malam bahwa mereka telah menengahi kesepakatan antara Israel dan Hamas untuk mengirimkan obat-obatan kepada sandera Israel di Gaza, serta bantuan tambahan kepada warga Palestina di wilayah yang terkepung.

Prancis mengatakan telah menggodok kesepakatan itu sejak Oktober, yang akan menyediakan obat-obatan selama tiga bulan untuk 45 sandera yang menderita penyakit kronis, serta obat-obatan dan vitamin lainnya. Obat-obatan itu diharapkan akan tiba di Gaza dari Mesir pada hari Rabu.
Ini adalah perjanjian pertama yang diketahui antara pihak yang bertikai sejak gencatan senjata selama seminggu di bulan November.
Sementara itu, krisis kemanusiaan di Gaza makin memburuk, dengan 85 persen dari 2,3 juta warga Palestina di wilayah itu telah meninggalkan rumah mereka dan badan-badan PBB memperingatkan akan terjadinya kelaparan dan penyakit massal. Konflik itu mengancam akan meluas setelah AS dan Israel saling serang dengan kelompok-kelompok yang didukung Iran di seluruh wilayah itu.
Israel telah berjanji untuk menghancurkan kemampuan militer dan pemerintahan Hamas guna memastikan bahwa serangan pada 7 Oktober tidak akan pernah terulang. Militan menyerbu Israel dari Gaza hari itu, menewaskan sekitar 1.200 orang, sebagian besar warga sipil, dan menangkap sekitar 250 orang. Dengan dukungan diplomatik dan militer yang kuat dari Amerika Serikat, Israel telah menolak seruan internasional untuk gencatan senjata.
Hampir setengah dari sandera dibebaskan selama gencatan senjata, tetapi lebih dari 100 orang masih ditawan. Hamas mengatakan tidak akan membebaskan yang lain sampai Israel mengakhiri perang.

Iklan Bersponsor Google
Leave a Reply