Iklan Google AdSense

Kematian Che Guevara, Sang Revolusioner Kuba!

Che Guevara Pejuang Kuba. Foto (Ist).

Che Guevara Pejuang Kuba. Foto (Ist).

HISTORIAL.ID – Ernesto “Che” Guevara lahir dari pasangan Ernesto Guevara Lynch dan Celia de la Serna. Setelah menyelesaikan pendidikan kedokterannya di Buenos Aires, Guevara memulai perjalanan keliling Amerika Latin. Ia mengunjungi Bolivia dan mengamati dampak dari Revolusi 1952 di negara tersebut.

Iklan Google AdSense

Antara Januari hingga Juni 1954, Guevara bekerja serabutan di Guatemala, di mana ia mempelajari Marxisme dan terlibat dalam upaya memajukan revolusi di negara tersebut.

Ia juga secara sukarela ikut berjuang untuk mempertahankan Guatemala. Pada 21 September 1954, Guevara memperoleh pekerjaan sebagai dokter di Central Hospital, Mexico City.

Tahun 1955 menjadi titik awal perjuangan Guevara di Kuba. Setelah bertemu dengan Fidel Castro pada Juli 1955, Guevara bergabung sebagai anggota ketiga dalam ekspedisi gerilya yang dipimpin oleh Castro. Para pejuang Kuba pun memberi Guevara julukan “Che”, sebuah sapaan khas dari Argentina.

Guevara menjadi salah satu pemimpin utama dalam Revolusi Kuba, berperan aktif dalam pertempuran di Sierra Maestra pada tahun 1957. Ia juga memegang posisi penting dalam pemerintahan baru Kuba.

Guevara sempat diangkat sebagai kepala Departemen Industri dari Institut Reformasi Agraria Nasional (INRA) dan Presiden Bank Nasional Kuba, di mana ia bertanggung jawab atas pengelolaan keuangan negara.

Sebagai salah satu arsitek reformasi sosial dan ekonomi di Kuba, Guevara menasionalisasi berbagai perusahaan asing dan domestik, termasuk kilang minyak Texaco, Esso, dan Shell. Ia juga menasionalisasi bank-bank swasta serta 382 perusahaan industri besar di Kuba.

Setelah Revolusi Kuba, Guevara berusaha menyebarluaskan ideologi revolusionernya ke negara-negara lain, terutama di Asia, Afrika, dan Amerika Latin.

Ia percaya bahwa perjuangan melawan imperialisme adalah tanggung jawab global yang harus diemban oleh semua bangsa tertindas.

Pada tahun 1967, perjuangan Guevara berakhir di Bolivia. Dalam misi gerilyanya di sana, ia tertangkap bersama tujuh belas pejuang Kuba lainnya. Pada 9 Oktober 1967, Guevara dieksekusi oleh tentara Bolivia.

Salah satu pesan terkenal Guevara yang ia sampaikan di Bolivia adalah, “Dua, tiga, banyak Vietnam”, yang mengajak bangsa-bangsa dunia ketiga untuk melawan imperialisme melalui perjuangan revolusioner, sebagaimana yang telah dilakukan oleh rakyat Vietnam.

Setelah kematiannya, Guevara menjadi simbol global bagi perlawanan dan revolusi. Gambarnya sering digunakan dalam berbagai konteks, dari seni hingga protes, dan menjadi lambang perjuangan melawan penindasan di seluruh dunia.

Iklan Bersponsor Google

Leave a Reply